MURTAD atau GALAU...????
MURTAD, MURTADIN dan MUALLAF
Secara garis besar dapat diartikan sbb :
MURTAD :
Adalah perbuatan seseorang yang keluar dai keyakinan agama yang dianutnya untuk berpindah kepada keyakinan agama lainnya atau menjadi tidak beragama sama sekali.
Hal ini terjadi apakah dari Kristen pindah ke Islam atau sebaliknya, atau juga dari Kristen atau Islam pindah ke agama lainnya seperti Hindu, Budha dll atau sebaliknya. Atau bisa juga dari yang semula merupakan penganut salah satu agama tersebut menjadi sama sekali tidak menganut agama apapun, yang seperti ini biasanya disebut Atheis atau tidak bertuhan/tidak beragama.
MURTADIN :
Orang yang keluar dari keyakinan agamanya semula, baik berpindah ke keyakinan agama lain atau menjadi tidak beragama sama sekali, maka orang tersebut dinamakan MURTADIN.
MUALLAF :
Sebaliknya kita juga sering membaca atau mendengar istilah MUALLAF. Apakah Muallaf itu?
Muallaf dapat diartikan sebagai penamaan atau istilah yang diberikan kepada seseorang yang semula beragama lain atau tidak beragama kemudian beralih atau masuk menjadi penganut agama Islam. Sedangkan penamaan atau istilah yang diberikan terhadap peristiwa serupa, baik oleh Kristen, Hindu, Budha dan agama lainnya, sampai saat ini penulis belum mendapatkan informasinya untuk disampaikan disini.
Kesimpulan :
MURTAD adalah perbuatannya sedangkan MURTADIN adalah orangnya. Sedangkan MUALLAF adalah nama atau istilah yang diberikan kepada orang yang baru masuk Islam.
PENYEBAB SESEORANG BERALIH KE AGAMA LAIN
atau
MURTAD
Penyebab seseorang keluar dari agama yang dianutnya kemudian beralih menjadi penganut agama lain atau menjadi tidak beragama sama sekali, biasanya terjadi antara lain dikarenakan :
- Adanya dorongan dalam diri orang tersebut yang membuat orang tersebut berusaha untuk mencari kebenaran sejati.
- Bukan karena usaha untuk mencari kebenaran sejati, tetapi karena adanya faktor lain, seperti karena bujukan dan atau dikarenakan tekanan ekonomi, karena ikut pasangan dan lain sebagainya.
Pindah agama karena berusaha mencari kebenaran sejati
Biasanya seseorang yang berpindah agama yang disebabkan oleh adanya usaha dari orang tersebut untuk menemukan kebenaran sejati, kualitas kadar keimanan orang tersebut terhadap agama barunya sangat tinggi, karena kepindahan keyakinannya merupakan hasil akhir dari proses panjang yang dilaluinya melalui observasi, perbandingan, perhitungan, pengamatan, analisa dari semua kemampuan pikiran dan hati nuraninya dan biasanya lebih berorientasi akhirat selain duniawi, sehingga orang tersebut merasa benar-benar menemukan kepuasan dan kebahagiaan lahir bathin.
Pindah agama bukan karena berusaha mencari kebenaran sejati
Biasanya seseorang yang berpindah agama yang disebabkan bukan untuk mencari kebenaran sejati tetapi dikarenakan faktor lain seperti bujukan, tekanan ekonomi, ikut pasangan dlsbnya, biasanya kualitas kadar keimanannya terhadap agama barunya tidak tinggi, karena pengambilan keputusannya untuk pindah agama bukan dari hasil proses panjang pemikiran dan renungan nurani yang dalam melainkan biasanya adanya kalkulasi harapan yang menurutnya dapat memberikan keuntungan dan kesenangan yang bersifat duniawi. Walaupun mungkin pada akhirnya orang tersebut merasa cocok dengan agama atau kondisi barunya.
MURTADIN Vs MUALLAF
Karena sampai saat ini 'istilah populer' yang berhubungan dengan keluar dan masuknya seseorang dari dan kepada suatu agama ada 2 (dua), yaitu MURTADIN dan MUALLAF, maka seolah 2 (dua) istilah tersebut menjadi berhadapan seperti banyak diperdebatkan pada Blog-blog yang banyak bermunculan di Internet.
PEMBAHASAN
MURTADIN Vs MUALLAF
DI
INTERNET
Menarik kalau kita cermati mengenai pembahasan masalah MURTADIN dan MUALLAF yang ada di Internet ini, karena masing-masing mempunyai ciri-ciri khas dalam pembahasannya, baik dari 'semangat' penulisnya, ungkapan kata-katanya maupun tujuannya. Berikut ini ciri-ciri khas yang ada pada masing-masing blog :
CIRI-CIRI KHAS BLOG YANG MEMBAHAS MASALAH MURTADIN/MURTAD
- Mengajak dan menghasut orang-orang Islam untuk keluar dari agamanya atau murtad
- Berusaha mengingatkan kepada pembaca bahwa sebenarnya ISLAM adalah BUKAN AGAMA tetapi ISLAM adalah DUSTA
- Berusaha meyakinkan kepada pemeluk agama Islam bahwa MUHAMMAD bukan nabi, tetapi MUHAMMAD NABI PALSU dan bersama para sahabatnya merupakan suatu PERKUMPULAN JAHAT atau GENG.
- Menghujat dan menjelek-jelekan Islam seperti ada dendam dan benci, hal ini terlihat dari kata-kata dan kalimat kasar dan kotor yang digunakan bahkan sering tidak senonoh
- Mengklaim dapat menghancurkan dan melenyapkan Islam dalam kurun waktu relatip singkat atau keberadaan agama Islam akan berakhir dalam waktu yang tidak terlalu lama.
- Ajakan murtad ini hanya ditujukan kepada pemeluk agama Islam.
- Pada umumnya yang mengaku murtad ini hanya menyatakan keluar dari Islam dan jarang menceritakan proses perjalanan spiritualnya secara lengkap dan jelas, kalaupun ada nampaknya hanya menjadi ajang menumpahkan rasa dendam dan benci pada Islam.
- Selain minim informasi proses perjalanan murtadnya juga kurang jelas identitas agama barunya
- Dari kalimat yang ditulis, entah kenapa hampir seluruhnya yang mengaku murtad dari Islam kurang menampakan rasa syukur dengan kondisi barunya.
CIRI-CIRI KHAS BLOG YANG MEMBAHAS MUALLAF
- Secara umum orang-orang yang keluar dari agamanya semula maupun yang tadinya tidak beragama kemudian masuk Islam, disamping mengemukakan semua alasan kepindahan agamanya dengan jelas, juga secara lengkap menceritakan semua pengalaman dan proses perjalanan spiritualnya sampai yang bersangkutan masuk Islam
- Dari alasan dan proses kepindahan agamanya dapat diketahui bahwa keputusan seseorang masuk Islam biasanya merupakan hasil akhir dari proses panjang spiritual yang dilaluinya melalui observasi, perbandingan, perhitungan, analisa dari semua kemampuan pikiran dan hati nuraninya. Dengan masuk Islam, yang bersangkutan pada umumnya merasakan seolah baru dilahirkan kembali.
- Dari semua yang baru masuk Islam, pada umumnya mengalami kesulitan karena adanya tekanan dan pengucilan bahkan ancaman dari lingkungan sosialnya semula terutama dari tentangan dari keluarga dan kerabatnya, tetapi semua tekanan itu tidak ada yang dapat mengubah keputusan para Muallaf itu masuk Islam. Namun tidak sedikit pula yang bersuka cita karena mendapat dukungan keluarga dan lingkungannya.
- Apapun kondisinya, semua yang baru masuk Islam mengemukakan rasa puas dan kebahagiaannya lahir bathin karena telah menemukan suatu kebenaran yang selama ini dicarinya dan berkeinginan untuk membagi kebahagiannya. Dalam hal ini tidak sedikit para Muallaf yang menyayangkan sikap kaum muslimin yang tidak menyampaikan kebenaran Islam kepada selain umat Islam.
- Seluruh yang baru masuk Islam mensyukuri dengan kondisi agama barunya.
KESIMPULAN
Blog Murtadin/Murtad :
- Kata-katanya kasar, penuh ejekan, hinaan dan selalu menyerang Islam. Sulit untuk tidak mengatakan bahwa kata-kata seperti itu keluar dari seseorang yang sedang marah, sedang merasa cemas, khawatir, waswas, jengkel, dendam dan iri, putus asa, dan sedang merasa takut terhadap sesuatu yang menurutnya sesuatu itu bisa menimbulkan ancaman, minimal sesuatu itu sangat tidak disukainya.
- Seluruh atau sebagian dari kumpulan perasaan seperti tersebut di atas apabila bersemayam pada hati dan pikiran seseorang, maka bisa dipastikan sebagai pertanda bahwa seseorang tersebut sedang GALAU dan atau TIDAK BAHAGIA.
- Selain selalu menyerang Islam juga kurang jelas mengenai agama barunya dan minim informasi tentang proses perjalanan spiritualnya, sehingga wajar bila hal tersebut bisa menimbulkan pertanyaan, "Apa benar orang-orang yang mengaku Murtad atau mengaku keluar dari Islam ini memang benar-benar pernah beragama Islam?.."
Blog Muallaf :
- Sebaliknya para Muallaf penuh percaya diri menceritakan apa adanya mengenai alasan kepindahan agamanya serta pandangannya terhadap agama barunya tanpa ada tujuan menjelekkan agama lamanya. Semua alasan pengalaman spiritualnya diungkapkan dengan tanpa ragu sehingga tampak jelas adanya kepuasan batin dalam menemukan sesuatu yang menurutnya adalah kebenaran sejati dan nampak jelas pula ada perasaan bahagia dengan agama barunya. Ungkapan seluruh perasaannya nampak tulus dan keluar dari hati nuraninya yang paling dalam.
HUJATAN, HINAAN DAN FITNAH KEPADA ISLAM SERTA KLAIM BAHWA "ISLAM AKAN RUNTUH, MUSNAH DAN AKAN BERAKHIR DALAM WAKTU SINGKAT", TERNYATA SUDAH ADA SEJAK BERABAD-ABAD YANG LALU
Setelah mengamati Blog Murtadin maupu Muallaf, penulis jadi teringat pernah membaca apa yang diungkapkan oleh seorang filosof berkebangsaan Inggris terkemuka bernama Thomas Karlel peraih hadiah Nobel, beliau mengungkapkan pandangannya mengenai hujatan, hinaan dan fitnah terhadap Islam serta klaim yang menyatakan Islam akan runtuh dalam kurun waktu tidak lama, yang dari isi ungkapannya diketahui bahwa pendapat filosof ini dikemukakan sekitar 2 abad yang lalu ketika saat itu penganut Islam diseluruh dunia masih sekitar 200 juta orang.
Dari apa yang dikemukakan oleh filosof tersebut, kita jadi tahu bahwa hujatan, hinaan maupun fitnah kepada Islam sudah terjadi sejak dulu, begitu pula dengan "klaim Islam akan runtuh, musnah dan berakhir dalam waktu yang tidak terlalu lama" ternyata sudah ada sejak berabad-abad yang lalu.
Dari data dan informasi dari berbagai sumber yang mudah diakses didunia maya ini, dapat diketahui bahwa populasi penganut Islam diseluruh dunia sampai saat ini telah mencapai 1,6 milyar, berarti telah tumbuh dan berkembang 8 kali lipat sejak filosof Inggris tersebut mengemukakan pendapatnya 2 abad yang lalu. Karena perkembangannya itu Islam dinyatakan sebagai agama yang paling cepat pertumbuhannya.
Berikut cuplikan informasi pertumbuhan Islam yang disampaikan "Replubika OnLine" :
Tgl.11 Juli 2010 :
REPLUBIKA.CO.ID, NEW YORK--Dalam 30 tahun terakhir, jumlah kaum Muslim diseluruh dunia telah meningkat pesat. Data statistik yang dikeluarkan Pew Research Center, menunjukkan, pada 1973 penduduk Muslim dunia sekitar 500 juta jiwa. Namun, saat ini jumlahnya naik sekitar 300 persen menjadi 1,57 miliar jiwa. Tercatat, satu dari empat penduduk dunai beragama Islam.
Dalam studinya yang berjudul 'Memetakan Populasi Muslim Global : Sebuah Laporan Tentang Jumlah dan Distribusi Populasi Muslim Dunia', Pew Research Center ini mengindikasikan bahwa seperlima kaum Muslim (300 juta) tinggal di negara-negara non Muslim. Populasi Muslim minoritas disana sering kali cukup besar.
Tgl.09 Mei 2012 :
REPLUBIKA.CO.ID, SOUTHERN CALIFORNIA--Populasi Muslim di seluruh dunia naik pesat. Pew Research Center's Forum on Religion & Public Life memperkirakan populasi Muslim akan tumbuh mencapai 35 persen dari total populasi dunia pada 20 tahun mendatang.
Jika pada tahun 2010 jumlah pemeluk Islam mencapai 1,6 miliar jiwa, maka pada 2030 akan mencapai 2,2 miliar jiwa. Menurut lembaga itu, pertumbuhan jumlah umat Islam dua kali lebih besar dibandingkan non-Muslim pada dua dekade mendatang. Jika pertumbuhan jumlah umat Islam rata-rata mencapai 1,5 persen, maka non-Muslim hanya 0,7 persen.
Diantara ungkapannya adalah :
"Sungguh merupakan suatu aib besar bagi orang yang berbicara di abad ini mendengarkan ungkapan yang mengatakan bahwa agama Islam adalah kedustaan dan Muhammad adalah seorang penipu. Dan sesungguhnya kita harus memerangi ungkapan-ungkapan hina lagi memalukan yang disebarluaskan seperti itu. Karena sesungguhnya risalah (kerasulan) yang diemban oleh rasul (Muhammad) masih merupakan pelita terang yang menerangi dua ratus juta (sekarang 1,6 miliar, pen) manusia semenjak dua belas abad silam. Lalu apakah salah seorang diantara kalian menduga bahwa sesungguhnya risalah yang diyakini oleh ratusan juta (sekarang miliaran, pen) orang yang telah dan masih hidup ini merupakan kedustaan dan tipu daya?!!
Adapun aku, maka tidak bisa berpendapat seperti itu, karena sekiranya kedustaan dan penipuan laris luar biasa seperti ini disisi makhluk Tuhan (baca: manusia) dan mendapat sambutan baik seperti ini, maka berarti sesungguhnya menusia itu telah gila!..Sungguh amatlah kasihan mereka!.. Maka sangat buruklah anggapan tersebut dan betapa hinanya orang-orang yang beranggapan demikian itu, alangkah kasihan mereka!
Dan sesudah itu, maka siapa saja yang ingin mencapai suatu tingkatan tertentu dalam ilmu pengetahuan hendaknya tidak membenarkan sedikitpun dari ungkapan-ungkapan orang-orang dungu seperti diatas, karena ungkapan-ungkapan tersebut merupakan produk suatu generasi kafir, dan era kekafiran dan pembangkangan. Dan itu merupakan bukti dari busuknya jiwa, rusaknya mata hati dan matinya ruh di dalam kehidupan jasmani.
Barangkali dunia tidak pernah menyaksikan suatu pendapat yang lebih kufur dan lebih hina dari pendapat seperti itu!.. Apakah kalian wahai saudara-saudara, berkeyakinan bahwa ada seseorang pendusta yang mampu menciptakan suatu agama dan menyebarluaskannya secara terang-terangan?!.. Demi Tuhan, sesungguhnya seorang pendusta tidak akan bisa membangun rumah dari bata. Karena jika ia tidak mempunyai pengetahuan tentang fungsi semen, tanah dan kapur serta yang serupa dengannya, maka yang ia bangun pasti bukanlah rumah, melainkan tumpukan dari campuran beberapa materi. Ya, bangunan itu tidak pantas untuk dapat bertahan pondasi-pondasinya selama 12 abad lamanya dengan dihuni oleh 200 juta (sekarang 1,6 miliar-pen) jiwa, akan tetapi lebih pantas sekiranya pondasi-pondasinya porak poranda hingga bangunan itu roboh sehingga seolah-olah tidak pernah ada."
Lebih lanjut ia mengatakan :
"Berdasarkan semua itu, kami sama sekali tidak menganggap Muhammad sebagai pendusta yang mengada-adakan dengan topeng berbagai tipu muslihat dan cara-cara untuk mencapai cita-citanya, berambisi untuk menduduki singgasana kerajaan atau kekuasaan atau kepada perbuatan kehinaan lainnya.
Tidaklah risalah yang diembannya melainkan haq (kebenaran) yang nyata, dan tidaklah ucapannya melainkan perkataan yang benar.
Tidak sama sekali, Muhammad bukanlah seorang pendusta dan bukan pula orang yang mengada-ada. Ini adalah kenyataan yang menolak semua kebatilan dan meruntuhkan semua hujjah (dalil-dalil) orang-orang kafir.
Kemudian kita jangan lupa akan hal lain, yaitu bahwasanya Muhammad tidak pernah sama sekali belajar pengetahuan kepada seorang gurupun. Urusan tulis menulis di negeri Arab pada saat itu masih sangat baru (langka)-- demi Tuhan, sungguh menakjubkan akan kebutahurufan bangsa Arab-- dan Muhammad tidak pernah menerima seberkas cahaya (pengetahuan) apapun dari seseorang dan tidak pernah menimba pengetahuan dari seseorang.
Dia tidak lain hanya sebagaimana para nabi dan pembesar-pembesar lainnya, mereka yang aku umpamakan dengan pelita-pelita hidayah yang menerangi kegelapan-kegelapan sepanjang masa.
Kita telah melihat sepanjang hidupnya sebagai orang yang kokoh prinsipnya, pendirian teguh, mulia lagi berbakti, pemurah lagi bertaqwa serta terhormat, seorang yang merdeka lagi dewasa, penuh dengan kesungguhan dan ketulusan, dan bersamaan dengan itu ia sangat fleksibel dan lembut, bermuka manis lagi murah senyum, baik dalam bergaul dan menyenangkan. Bahkan adakalanya ia bercanda dan bercumbu. Pendeknya secara umum dari wajahnya terpancar senyuman manis dari hati yang tulus, sebab diantara manusia ada orang yang senyumnya dusta seperti dustanya amal dan tutur katanya."
Karlel lebih jauh mengatakan :
"Dia adalah seorang yang adil, tulus niatnya, sangat cerdas, berhati mulya, seakan-akan terpancar dari kedua keningnya lentera-lentera untuk setiap malam yang gelap gulita, penuh dengan cahaya, adalah orang besar yang agung karena fitrahnya, tidak pernah dibentuk oleh suatu lembaga dan tidak pernah pula dididik oleh pendidik, karena Muhammad memang tidak memerlukan hal itu.
Orang-orang Nasrani dan kafir (mulhidun) beranggapan bahwa Muhammad tidak menginginkan dari apa yang ia lakukan melainkan popularitas pribadi dan kemuliaan kekuasaan. Tidak, demi Allah, sekali-kali tidak demikian. Sesungguhnya didalam jiwa lelaki itu yang merupakan anak padang pasir, yang kedua kelopak matanya berbinar yang berjiwa besar, yang penuh rasa belas kasih, kebaikan, hikmah dan kebijaksanaan terdapat fikiran-fikiran yang jauh dari ambisi-ambisi duniawi, niat suci yang jauh dari rongrongan ambisi kekuasaan dan keangkuhan. Bagaimana tidak, padahal dia adalah jiwa besar yang pendiam dan seorang yang berasal dari orang-orang yang tidak dapat berbuat kecuali dengan penuh keikhlasan dan keseriusan. Sementara kamu lihat orang-orang lain rela dengan istilah-istilah dusta, mereka berjalan sesuai dengan anggapan-anggapan palsu disaat kamu melihat Muhammad tidak pernah rela berselimut dengan kebiasaan kedustaan dan berlumur diri dengan kepalsuan-kepalsuan baru.
Sesungguhnya hanya dia yang memiliki jiwa besar dan hakikat segala urusan dan pengetahuan, dia merupakan rahasia kehidupan (wujud), memancar dari cahaya kedua matanya - sebagaimana aku katakan - dengan segala perkara yang menakutkan, segala keindahan dan kemegahan kehidupan ini. Tidak ada kebatilan yang dapat menutupi hal tersebut daripadanya. Maka lisan kenyataan yang agung itu berkata kepadanya : "Inilah aku". Maka keikhlasan seperti ini tidak pernah lepas dari makna suci Ilahi. Apabila lelaki ini berkata, maka setiap pendengaran dengan tekun mendengarnya, setiap jiwa menyadarinya dan setiap ucapan yang lain dari pada itu semua adalah tidak ada artinya dan setiap perkataan selain dari pada perkataannya adalah hampa belaka."
Karlel juga mengatakan :
"Jadi, kita harus membuang jauh-jauh pendapat dan pendirian orang-orang yang zhalim yang mengatakan bahwa sesungguhnya Muhammad adalah seorang pendusta, dan kita anggap sikap mereka sebagai suatu hinaan, kenistaan dan kedunguan. Hendaklah kita membersihkan diri dari semua itu."
Dia juga mengatakan :
"Dan sungguh, agama yang diimani (diyakini) oleh orang-orang Arab (yang dahulu adalah) penyembah berhala dan mereka pegang teguh dengan hati suci mereka yang membara adalah pantas kalau itu adalah haq (kebenaran) dan pantas untuk diyakini dan dibenarkan. Dan sesungguhnya agama ini telah menyimpan fondasi yang merupakan sesuatu yang tunggal bagi manusia yang harus diyakini kebenarannya. Sesuatu yang tunggal itu adalah ruh (jiwa, substansi) seluruh agama, yaitu ruh yang telah memakai pakaian yang bermacam-macam namun pada hakekatnya dan substansinya sama (satu). Dan dengan mengikuti ruh tersebut manusia bisa menjadi pemimpin besar bagi jagad raya ini, pemimpin yang berjalan di atas dasar-dasar Maha Pencipta, tunduk kepada aturan-aturanNya, tidak ada seorangpun yang dapat membantah atau menolaknya.
Sesungguhnya Islam telah datang melawan agama-agama palsu dan kepercayaan-kepercayaan rendahan itu, lalu Islam melenyapkannya, dan Islam memang berhak melenyapkannya, karena Islam adalah esensi (hakikat). Tatkala Islam lahir, maka hanguslah paganitas bangsa Arab dan dialektika Nasrani serta segala sesuatu yang tidak haq, karena semua itu hanyalah kayu bakar kering belaka."
Dia melanjutkan :
"Apakah para pendusta tetap beranggapan bahwa Muhammad itu tukang sulap atau penipu?..Tidak, sekali-kali tidak!! Ruh hidup yang menggelora yang seolah-olah gejolak pemikiran itu sama sekali bukanlah ruh seorang pesulap atau penipu..... Sesungguhnya kehidupan ruh dalam pandangannya adalah benar (haq) dan jagad raya ini adalah suatu hakikat yang indah lagi besar."
Lanjutnya :
"Ungkapan-ungkapan dan perbuatan-perbuatan seperti itu memperlihatkan kepada kita (bahwa) di dalam diri Muhammad terdapat saudara kemanusiaan, saudara kita semua yang penyantun lagi belas-kasih, putra bunda pertama kita dan putra bapak awal kita.
Sesungguhnya aku benar-benar sangat mencintai Muhammad karena kesucian tabiat dan kepribadiannya dari (sifat) riya dan mengada-ada. Dia benar-benar putra padang pasir yang berfikiran merdeka, tidak mengatakan kecuali berdasarkan nuraninya dan tidak pula mengklaim apa yang tidak ada pada dirinya. Muhammad bukan seorang yang sombong tetapi juga bukan seorang yang hina dina. Dia berbicara kepada para Kaisar Romawi dan pembesar-pembesar bangsa Ajam (non Arab) dengan ucapan yang merdeka lagi jelas, membimbing mereka kepada kewajiban mereka dalam kehidupan dunia ini dan dalam kehidupan akhirat kelak. Dia kenal akan harga dirinya; peperangan-peperangan sengit yang terjadi melawan orang-orang Arab (pedalaman) penuh dengan bukti-bukti kekuatan, akan tetapi juga penuh dengan tanda-tanda belas kasih, rahmat dan pengampunan. Muhammad tidak minta maaf karena kekuatan-kekuatannya dan tidak pula bangga dengan sifat belas-kasih dan pengampunannya itu."
Karlel lebih lanjut mengatakan :
"Muhammad sama sekali bukan seorang yang bermain-main, dan ucapan-ucapannya sama sekali tidak pernah dinodai oleh noda main-main atau hal yang tidak bernilai. Karena perkara baginya hanya ada perkara rugi atau kemenangan (keberuntungan), perkara fana dan kekekalan. Sikapnya dari semua itu tidak lain hanya keikhlasan sejati dan kesungguhan dahsyat.
Adapun bermain-main dengan ucapan, dengan masalah-masalah logik dan pengabaian akan apa yang sebenarnya, maka sama sekali bukan type seorang Muhammad. Semua itu bagiku merupakan tindak kriminal paling keji, sebab ia hanya merupakan keteledoran jiwa (ruh), merupakan kantuk mata dari al-haq (kebenaran) dan kehidupan seseorang didalam fenomena-fenomena palsu.
Didalam (ajaran) Islam terdapat sifat yang bagiku merupakan sifat yang paling mulia lagi tinggi, yaitu persamaan diantara sesama manusia. Ini mengindikasikan kepada pandangan yang paling benar dan ide paling tepat. Jadi, jiwa seorang mukmin laksana pengikat semua belahan bumi, sedangkan manusia di dalam Islam adalah sama."
Dia juga mengatakan :
"Cahaya meliputi semua penjuru dan sinarnya memenuhi segala sudut, pancaran sinarnya mengikat belahan bumi timur dengan belahan barat dan belahan utara dengan selatan. Semua itu terjadi hanya dalam satu abad sesudah peristiwa (kenabian) ini, hingga kedaulatan Arab mempunyai seorang (penguasa) di India dan seorang (penguasa) di Andalusia (sekarang Spanyol dan Portugal). Kedaulatan Islam memancarkan cahaya karunia, keutamaan, harga diri, kekuatan, keberanian dan keindahan kebenaran dan keelokan petunjuk dalam kurun waktu yang berabad-abad lamanya di atas separuh belahan bumi ini."
Jika pada tahun 2010 jumlah pemeluk Islam mencapai 1,6 miliar jiwa, maka pada 2030 akan mencapai 2,2 miliar jiwa. Menurut lembaga itu, pertumbuhan jumlah umat Islam dua kali lebih besar dibandingkan non-Muslim pada dua dekade mendatang. Jika pertumbuhan jumlah umat Islam rata-rata mencapai 1,5 persen, maka non-Muslim hanya 0,7 persen.
Untuk melengkapi uraian diatas, berikut penulis sampaikan kutipan lengkap dari buku "Jalan Menuju Islam", apa yang dikatakan oleh seorang filosof berkebangsaan Inggris terkemuka yang bernama Thomas Karlel tersebut diatas, dimana ia menulis di dalam bukunya "Para Pahlawan" seraya berbicara kepada kaumnya umat Nasrani.
Diantara ungkapannya adalah :
"Sungguh merupakan suatu aib besar bagi orang yang berbicara di abad ini mendengarkan ungkapan yang mengatakan bahwa agama Islam adalah kedustaan dan Muhammad adalah seorang penipu. Dan sesungguhnya kita harus memerangi ungkapan-ungkapan hina lagi memalukan yang disebarluaskan seperti itu. Karena sesungguhnya risalah (kerasulan) yang diemban oleh rasul (Muhammad) masih merupakan pelita terang yang menerangi dua ratus juta (sekarang 1,6 miliar, pen) manusia semenjak dua belas abad silam. Lalu apakah salah seorang diantara kalian menduga bahwa sesungguhnya risalah yang diyakini oleh ratusan juta (sekarang miliaran, pen) orang yang telah dan masih hidup ini merupakan kedustaan dan tipu daya?!!
Adapun aku, maka tidak bisa berpendapat seperti itu, karena sekiranya kedustaan dan penipuan laris luar biasa seperti ini disisi makhluk Tuhan (baca: manusia) dan mendapat sambutan baik seperti ini, maka berarti sesungguhnya menusia itu telah gila!..Sungguh amatlah kasihan mereka!.. Maka sangat buruklah anggapan tersebut dan betapa hinanya orang-orang yang beranggapan demikian itu, alangkah kasihan mereka!
Dan sesudah itu, maka siapa saja yang ingin mencapai suatu tingkatan tertentu dalam ilmu pengetahuan hendaknya tidak membenarkan sedikitpun dari ungkapan-ungkapan orang-orang dungu seperti diatas, karena ungkapan-ungkapan tersebut merupakan produk suatu generasi kafir, dan era kekafiran dan pembangkangan. Dan itu merupakan bukti dari busuknya jiwa, rusaknya mata hati dan matinya ruh di dalam kehidupan jasmani.
Barangkali dunia tidak pernah menyaksikan suatu pendapat yang lebih kufur dan lebih hina dari pendapat seperti itu!.. Apakah kalian wahai saudara-saudara, berkeyakinan bahwa ada seseorang pendusta yang mampu menciptakan suatu agama dan menyebarluaskannya secara terang-terangan?!.. Demi Tuhan, sesungguhnya seorang pendusta tidak akan bisa membangun rumah dari bata. Karena jika ia tidak mempunyai pengetahuan tentang fungsi semen, tanah dan kapur serta yang serupa dengannya, maka yang ia bangun pasti bukanlah rumah, melainkan tumpukan dari campuran beberapa materi. Ya, bangunan itu tidak pantas untuk dapat bertahan pondasi-pondasinya selama 12 abad lamanya dengan dihuni oleh 200 juta (sekarang 1,6 miliar-pen) jiwa, akan tetapi lebih pantas sekiranya pondasi-pondasinya porak poranda hingga bangunan itu roboh sehingga seolah-olah tidak pernah ada."
Lebih lanjut ia mengatakan :
"Berdasarkan semua itu, kami sama sekali tidak menganggap Muhammad sebagai pendusta yang mengada-adakan dengan topeng berbagai tipu muslihat dan cara-cara untuk mencapai cita-citanya, berambisi untuk menduduki singgasana kerajaan atau kekuasaan atau kepada perbuatan kehinaan lainnya.
Tidaklah risalah yang diembannya melainkan haq (kebenaran) yang nyata, dan tidaklah ucapannya melainkan perkataan yang benar.
Tidak sama sekali, Muhammad bukanlah seorang pendusta dan bukan pula orang yang mengada-ada. Ini adalah kenyataan yang menolak semua kebatilan dan meruntuhkan semua hujjah (dalil-dalil) orang-orang kafir.
Kemudian kita jangan lupa akan hal lain, yaitu bahwasanya Muhammad tidak pernah sama sekali belajar pengetahuan kepada seorang gurupun. Urusan tulis menulis di negeri Arab pada saat itu masih sangat baru (langka)-- demi Tuhan, sungguh menakjubkan akan kebutahurufan bangsa Arab-- dan Muhammad tidak pernah menerima seberkas cahaya (pengetahuan) apapun dari seseorang dan tidak pernah menimba pengetahuan dari seseorang.
Dia tidak lain hanya sebagaimana para nabi dan pembesar-pembesar lainnya, mereka yang aku umpamakan dengan pelita-pelita hidayah yang menerangi kegelapan-kegelapan sepanjang masa.
Kita telah melihat sepanjang hidupnya sebagai orang yang kokoh prinsipnya, pendirian teguh, mulia lagi berbakti, pemurah lagi bertaqwa serta terhormat, seorang yang merdeka lagi dewasa, penuh dengan kesungguhan dan ketulusan, dan bersamaan dengan itu ia sangat fleksibel dan lembut, bermuka manis lagi murah senyum, baik dalam bergaul dan menyenangkan. Bahkan adakalanya ia bercanda dan bercumbu. Pendeknya secara umum dari wajahnya terpancar senyuman manis dari hati yang tulus, sebab diantara manusia ada orang yang senyumnya dusta seperti dustanya amal dan tutur katanya."
Karlel lebih jauh mengatakan :
"Dia adalah seorang yang adil, tulus niatnya, sangat cerdas, berhati mulya, seakan-akan terpancar dari kedua keningnya lentera-lentera untuk setiap malam yang gelap gulita, penuh dengan cahaya, adalah orang besar yang agung karena fitrahnya, tidak pernah dibentuk oleh suatu lembaga dan tidak pernah pula dididik oleh pendidik, karena Muhammad memang tidak memerlukan hal itu.
Orang-orang Nasrani dan kafir (mulhidun) beranggapan bahwa Muhammad tidak menginginkan dari apa yang ia lakukan melainkan popularitas pribadi dan kemuliaan kekuasaan. Tidak, demi Allah, sekali-kali tidak demikian. Sesungguhnya didalam jiwa lelaki itu yang merupakan anak padang pasir, yang kedua kelopak matanya berbinar yang berjiwa besar, yang penuh rasa belas kasih, kebaikan, hikmah dan kebijaksanaan terdapat fikiran-fikiran yang jauh dari ambisi-ambisi duniawi, niat suci yang jauh dari rongrongan ambisi kekuasaan dan keangkuhan. Bagaimana tidak, padahal dia adalah jiwa besar yang pendiam dan seorang yang berasal dari orang-orang yang tidak dapat berbuat kecuali dengan penuh keikhlasan dan keseriusan. Sementara kamu lihat orang-orang lain rela dengan istilah-istilah dusta, mereka berjalan sesuai dengan anggapan-anggapan palsu disaat kamu melihat Muhammad tidak pernah rela berselimut dengan kebiasaan kedustaan dan berlumur diri dengan kepalsuan-kepalsuan baru.
Sesungguhnya hanya dia yang memiliki jiwa besar dan hakikat segala urusan dan pengetahuan, dia merupakan rahasia kehidupan (wujud), memancar dari cahaya kedua matanya - sebagaimana aku katakan - dengan segala perkara yang menakutkan, segala keindahan dan kemegahan kehidupan ini. Tidak ada kebatilan yang dapat menutupi hal tersebut daripadanya. Maka lisan kenyataan yang agung itu berkata kepadanya : "Inilah aku". Maka keikhlasan seperti ini tidak pernah lepas dari makna suci Ilahi. Apabila lelaki ini berkata, maka setiap pendengaran dengan tekun mendengarnya, setiap jiwa menyadarinya dan setiap ucapan yang lain dari pada itu semua adalah tidak ada artinya dan setiap perkataan selain dari pada perkataannya adalah hampa belaka."
Karlel juga mengatakan :
"Jadi, kita harus membuang jauh-jauh pendapat dan pendirian orang-orang yang zhalim yang mengatakan bahwa sesungguhnya Muhammad adalah seorang pendusta, dan kita anggap sikap mereka sebagai suatu hinaan, kenistaan dan kedunguan. Hendaklah kita membersihkan diri dari semua itu."
Dia juga mengatakan :
"Dan sungguh, agama yang diimani (diyakini) oleh orang-orang Arab (yang dahulu adalah) penyembah berhala dan mereka pegang teguh dengan hati suci mereka yang membara adalah pantas kalau itu adalah haq (kebenaran) dan pantas untuk diyakini dan dibenarkan. Dan sesungguhnya agama ini telah menyimpan fondasi yang merupakan sesuatu yang tunggal bagi manusia yang harus diyakini kebenarannya. Sesuatu yang tunggal itu adalah ruh (jiwa, substansi) seluruh agama, yaitu ruh yang telah memakai pakaian yang bermacam-macam namun pada hakekatnya dan substansinya sama (satu). Dan dengan mengikuti ruh tersebut manusia bisa menjadi pemimpin besar bagi jagad raya ini, pemimpin yang berjalan di atas dasar-dasar Maha Pencipta, tunduk kepada aturan-aturanNya, tidak ada seorangpun yang dapat membantah atau menolaknya.
Sesungguhnya Islam telah datang melawan agama-agama palsu dan kepercayaan-kepercayaan rendahan itu, lalu Islam melenyapkannya, dan Islam memang berhak melenyapkannya, karena Islam adalah esensi (hakikat). Tatkala Islam lahir, maka hanguslah paganitas bangsa Arab dan dialektika Nasrani serta segala sesuatu yang tidak haq, karena semua itu hanyalah kayu bakar kering belaka."
Dia melanjutkan :
"Apakah para pendusta tetap beranggapan bahwa Muhammad itu tukang sulap atau penipu?..Tidak, sekali-kali tidak!! Ruh hidup yang menggelora yang seolah-olah gejolak pemikiran itu sama sekali bukanlah ruh seorang pesulap atau penipu..... Sesungguhnya kehidupan ruh dalam pandangannya adalah benar (haq) dan jagad raya ini adalah suatu hakikat yang indah lagi besar."
Lanjutnya :
"Ungkapan-ungkapan dan perbuatan-perbuatan seperti itu memperlihatkan kepada kita (bahwa) di dalam diri Muhammad terdapat saudara kemanusiaan, saudara kita semua yang penyantun lagi belas-kasih, putra bunda pertama kita dan putra bapak awal kita.
Sesungguhnya aku benar-benar sangat mencintai Muhammad karena kesucian tabiat dan kepribadiannya dari (sifat) riya dan mengada-ada. Dia benar-benar putra padang pasir yang berfikiran merdeka, tidak mengatakan kecuali berdasarkan nuraninya dan tidak pula mengklaim apa yang tidak ada pada dirinya. Muhammad bukan seorang yang sombong tetapi juga bukan seorang yang hina dina. Dia berbicara kepada para Kaisar Romawi dan pembesar-pembesar bangsa Ajam (non Arab) dengan ucapan yang merdeka lagi jelas, membimbing mereka kepada kewajiban mereka dalam kehidupan dunia ini dan dalam kehidupan akhirat kelak. Dia kenal akan harga dirinya; peperangan-peperangan sengit yang terjadi melawan orang-orang Arab (pedalaman) penuh dengan bukti-bukti kekuatan, akan tetapi juga penuh dengan tanda-tanda belas kasih, rahmat dan pengampunan. Muhammad tidak minta maaf karena kekuatan-kekuatannya dan tidak pula bangga dengan sifat belas-kasih dan pengampunannya itu."
Karlel lebih lanjut mengatakan :
"Muhammad sama sekali bukan seorang yang bermain-main, dan ucapan-ucapannya sama sekali tidak pernah dinodai oleh noda main-main atau hal yang tidak bernilai. Karena perkara baginya hanya ada perkara rugi atau kemenangan (keberuntungan), perkara fana dan kekekalan. Sikapnya dari semua itu tidak lain hanya keikhlasan sejati dan kesungguhan dahsyat.
Adapun bermain-main dengan ucapan, dengan masalah-masalah logik dan pengabaian akan apa yang sebenarnya, maka sama sekali bukan type seorang Muhammad. Semua itu bagiku merupakan tindak kriminal paling keji, sebab ia hanya merupakan keteledoran jiwa (ruh), merupakan kantuk mata dari al-haq (kebenaran) dan kehidupan seseorang didalam fenomena-fenomena palsu.
Didalam (ajaran) Islam terdapat sifat yang bagiku merupakan sifat yang paling mulia lagi tinggi, yaitu persamaan diantara sesama manusia. Ini mengindikasikan kepada pandangan yang paling benar dan ide paling tepat. Jadi, jiwa seorang mukmin laksana pengikat semua belahan bumi, sedangkan manusia di dalam Islam adalah sama."
Dia juga mengatakan :
"Cahaya meliputi semua penjuru dan sinarnya memenuhi segala sudut, pancaran sinarnya mengikat belahan bumi timur dengan belahan barat dan belahan utara dengan selatan. Semua itu terjadi hanya dalam satu abad sesudah peristiwa (kenabian) ini, hingga kedaulatan Arab mempunyai seorang (penguasa) di India dan seorang (penguasa) di Andalusia (sekarang Spanyol dan Portugal). Kedaulatan Islam memancarkan cahaya karunia, keutamaan, harga diri, kekuatan, keberanian dan keindahan kebenaran dan keelokan petunjuk dalam kurun waktu yang berabad-abad lamanya di atas separuh belahan bumi ini."
TEMUKANLAH KEBENARAN HAKIKI DENGAN MEMOHON PETUNJUK ILAHI